Pendakian Gunung Semeru 3.676 mdpl, 07-10 November 2010


Pendakian Gunung Semeru 3.676 mdpl,

Waktu : 07-10 November 2010

Puncak Semeru 3676 mdpl

Gunung Semeru adalah gunung suci kediaman para Dewa, merupakan gunung tertinggi di pulau Jawa dengan ketinggian 3.676 M dpl (puncak Mahameru). Pada tahun 1913 dan 1946 Kawah Jonggring Saloka memiliki kubah dengan ketinggian 3.744,8 M hingga akhir Nopember 1973. Gunung ini masuk dalam kawasan Taman nasional Bromo Tengger Semeru.

Taman Nasional ini terdiri dari pegunungan dan lembah seluas 50.273,3 Hektar. Terdapat  beberapa gunung di dalam Kaldera Gn.Tengger antara lain; Gn.Bromo (2.392m) Gn. Batok (2.470m) Gn.Kursi (2,581m) Gn.Watangan (2.662m) Gn.Widodaren (2.650m). Terdapat empat buah danau (ranu): Ranu Pani, Ranu Regulo, Ranu Kumbolo, Ranu Darungan. Diperlukan waktu sekitar tiga hari untuk mendaki puncak gunung Semeru pulang- pergi.  Sebaiknya membawa bekal untuk satu minggu karena kita akan betah berkemah, bisa jadi  karena pemandangan dan suasana yang sangat indah, atau karena kecapaian setelah mendaki  gunung semeru.  Untuk mendaki gunung semeru dapat ditempuh lewat kota malang atau lumajang. Dari terminal  kota malang kita naik angkutan umum menuju desa Tumpang. Disambung lagi dengan Jeep atau  Truk Sayuran yang banyak terdapat di belakang pasar terminal Tumpang.

Jeep Ranger

Jeep Ranger

Dengan menggunakan Truk sayuran atau Jeep perjalanan dimulai dari Tumpang menuju Ranu Pani desa terakhir di kaki semeru. Dengan tarif kira2 Rp. 15.000 terngantung dari jumlah penumpang (hampir semacam carter angkutan-kapasitas penumpang kurang lebih 20 orang. Di sini terdapat Pos pemeriksaan atau juga Pos Pendaftaran bagi para pendaki yang ingin mendaki. Terdapat juga warung dan  pondok penginapan. Pendaki juga dapat bermalam di Pos penjagaan. Di Pos Ranu Pani juga  terdapat dua buah danau yakni danau (ranu) pani (1 ha), ranu regulo (0,75 ha). Terletak diketinggian 2.200 mdpl.  Desa Ranupane (2.200 m) dengan melewati desa Gubug Klakah (1.100 m) dan Ngadas (2.000 m).

Pos Ranu Pani

Pendakian dimulai dari desa Ranu Pani, untuk itu setelah sampai di gapura selamat datang, perhatikan terus ke kiri ke arah bukit, jangan mengikuti jalanan yang lebar ke arah kebun  penduduk. Selain jalur yang biasa dilewati para pendaki melewati Watu Rejeng, juga ada  jalur pintas yang biasa dipakai para pendaki lokal, jalur ini sangat curam dengan  melintasi Gunung Ayek-ayek Jalur awal yang kita lalui landai, menyusuri lereng bukit yang didominasi dengan tumbuhan  alang-alang. Tidak ada tanda penunjuk arah jalan, tetapi terdapat tanda ukuran jarak pada  setiap 100m, kita ikuti saja tanda ini. Banyak terdapat pohon tumbang, dan ranting-ranting  diatas kepala, sehingga kita harus sering merundukkan kepala, tas keril yang tinggi sangat  tidak nyaman.

Setelah berjalan sekitar 5 Km menyusuri lereng bukit yang banyak ditumbuhi Edelweis, kita  akan sampai di Watu Rejeng. Kita akan melihat batu terjal yang sangat indah. Kita saksikan  pemandangan yang sangat indah ke arah lembah dan bukit-bukit, yang ditumbuhi hutan cemara  dan pinus. Kadang kala kita dapat menyaksikan kepulan asap dari puncak semeru. Untuk menuju Ranu Kumbolo kita masih harus menempuh jarak sekitar 4,5 Km. Sebaiknya beristirahat dan mendirikan tenda apabila tiba di Ranu Kumbolo. Terdapat danau  dengan air yang bersih dan memiliki pemandangan yang sangat indah terutama di pagi hari  kita saksikan matahari terbit disela-sela bukit. Banyak terdapat ikan, kadang burung belibis liar. Banyak pemancing lokal atau dari luar kota yang menyempatkan diri untuk memnacing ditempat ini.

Ranu Kumbolo berada pada ketinggian 2.400 m dengan luas 14 ha.

Beautiful Ranu kumboloDari Ranu Kumbolo sebaiknya menyiapkan air sebanyak mungkin. Meninggalkan Ranu Kumbolo  kita mendaki bukit terjal, dengan pemandangan yang sangat indah dibelakang ke arah danau.  Di depan bukit kita terbentang padang rumput yang luas yang dinamakan oro-oro ombo.  Oro-oro ombo dikelilingi bukit dan gunung dengan pemandangan yang sangat indah, padang  rumput luas dengan lereng yang ditumbuhi pohon pinus seperti di Eropa. Dari balik Gn. Kepolo tampak puncak Gn. Semeru menyemburkan asap wedus gembel. Selanjutnya kita memasuki hutan Cemara dimana kadang-kadang kita jumpai burung dan kijang.  Banyak terdapat pohon tumbang sehingga kita harus melangkahi atau menaikinya. Daerah ini dinamakan Cemoro Kandang.

Pos Kalimati

Pos Kalimati berada pada ketinggian 2.700 m, disini kita dapat mendirikan tenda untuk  beristirahat dan mempersiapkan fisik. Kemudian meneruskan pendakian pada pagi-pagi sekali  pukul 24.00. Pos ini berupa padang rumput luas di tepi hutan cemara, sehingga banyak tersedia ranting untuk membuat api unggun. Terdapat mata air Sumber Mani, ke arah barat (kanan) menelusuri pinggiran hutan Kalimati dengan menempuh jarak 1 jam pulang pergi. Di Kalimati dan di Arcopodo banyak terdapat tikus gunung bila kita mendirikan tenda dan ingin tidur sebaiknya menyimpan makanan dalam satu tempat yang aman.

Untuk menuju Arcopodo kita berbelok ke kiri (Timur) berjalan sekitar 500 meter, kemudian  berbelok ke kanan (Selatan) sedikit menuruni padang rumput Kalimati. Arcopodo berjarak 1 jam dari Kalimati melewati hutan cemara yang sangat curam, dengan tanah yang mudah longsor dan berdebu. Dapat juga kita berkemah di Arcopodo, tetapi kondisi tanahnya kurang stabil dan sering longsor. Sebaiknya menggunakan kacamata dan penutup hidung karena banyak abu beterbangan. Arcopodo berada pada ketinggian 2.900m, Arcopodo adalah wilayah vegetasi terakhir di Gunung Semeru, selebihnya kita akan melewati bukit pasir.

Pos Plawangan Arcopodo

Dari Arcopodo menuju puncak Semeru diperlukan waktu 3-4 jam, melewati bukit pasir yang sangat curam dan mudah merosot. Semua barang bawaan sebaiknya kita tinggal di Arcopodo atau di Kalimati. Pendakian menuju puncak dilakukan pagi-pagi sekali sekitar pukul 02.00 pagi dari Arcopodo. Badan dalam kondisi segar, dan efektif dalam menggunakan air. Perjalanan pada siang hari medan yang dilalui terasa makin berat selain terasa panas juga pasir akan gembur bila terkena panas. Siang hari angin cendurung ke arah utara menuju puncak membawa gas beracun dari Kawah Jonggring Saloka.

Di puncak Gunung Mahameru (Semeru) pendaki disarankan untuk tidak menuju kawah Jonggring  Saloka, juga dilarang mendaki dari sisi sebelah selatan, karena adanya gas beracun dan aliran lahar. Suhu dipuncak Mahameru berkisar 4 – 10 derajad Celcius, pada puncak musim kemarau minus 0 derajad Celcius, dan dijumpai kristal-kristal es. Cuaca sering berkabut terutama pada siang, sore dan malam hari. Angin bertiup kencang, pada bulan Desember – Januari sering ada badai. Terjadi letusan Wedus Gembel setiap 15-30 menit pada puncak gunung Semeru yang masih aktif.

Pada bulan Nopember 1997 Gn.Semeru meletus sebanyak 2990 kali. Siang hari arah angin menuju puncak, untuk itu hindari datang siang hari di puncak, karena gas beracun dan letusan mengarah ke puncak. Letusan berupa asap putih, kelabu sampai hitam dengan tinggi letusan 300-800 meter. Materi yang keluar pada setiap letusan berupa abu, pasir, kerikil, bahkan batu-batu panas menyala yang sangat berbahaya apabila pendaki terlalu dekat. Pada awal tahun 1994 lahar panas mengaliri lereng selatan Gn.Semeru dan meminta beberapa korban jiwa, pemandangan sungai panas yang berkelok- kelok menuju ke laut ini menjadi tontonan yang sangat menarik.

Pendakian sebaiknya dilakukan pada musim kemarau yaitu bulan Juni, Juli, Agustus, dan September. Sebaiknya tidak mendaki pada musim hujan karena sering terjadi badai dan tanah longsor.

Semeru 3676 mdpl

Team GAMAPALA Indonesia berjumlah 3 orang (Yoga, Oton, Caca) ditambah 1 orang lagi (Mawardi) teman dari Situbondo sebagai pemandu jalur Ranu Pani. Dan pada bulan November 2010 berhasil melewati jalur ini dengan selamat.

Sebaiknya para pendaki harus dibantu dengan makanan dan minuman yang berenergi seperti:

  • Nutritional Protein Drink Mix makanan yang biasa dikonsumsi astronot, bernutrisi lengkap dan seimbang pengganti makanan kita, memberi rasa kenyang, selain sangat baik bagi kesehatan juga tidak mengotori gunung yang kita cintai.
  • Tablet Fiber memberi keperluan serat bagi pencernaan kita, dimana para pendaki sangat mustahil membawa buah dan sayuran untuk memenuhi serat tubuh.
  • selalu minum NRG TEA , teh Guarana yang sering diminum Suku Indian Amazone memberi kesegaran dan meningkatkan stamina setiap saat, menghilangkan ngantuk dan capek, meningkatkan kewaspadaan Mental, sehingga tetap memiliki nalar yang tinggi dan tetap kompak.

Secara umum iklim di wilayah gunung Semeru termasuk type iklim B (Schmidt dan Ferguson) dengan curah hujan 927 mm – 5.498 mm per tahun dengan jumlah hari hujan 136 hari/tahun dan musim hujan jatuh pada bulan Nopember – April. Suhu udara dipuncak Semeru berkisar antara 0 – 4 derajat celcius.

Flora yang berada di Wilayah Gunung Semeru beraneka ragam jenisnya tetapi banyak didominir oleh pohon cemara, Akasia, Pinus, dan jenis Jamuju. Sedangkan untuk tumbuhan bawah didominir oleh Kirinyuh, Alang – alang, Tembelekan, Harendong dan Edelwiss putin, Edelwiss yang banyak terdapat di lereng-lereng menuju Puncak Semeru. Dan juga ditemukan beberapa jenis anggrek endernik yang hidup di sekitar Semeru Selatan.

Banyak fauna yang menghuni gunung Semeru antara lain :Macan Kumbang, Budeng, Luwak, Kijang, Kancil, dll. Sedangkan di Ranu Kumbolo terdapat Belibis yang masih hidup liar.

Peta Jalur Gn.Bromo & Gn.Semeru 3676 mdpl

RUTE Jalur Ranu Pani

  • Malang – Tumpang, kemudian menuju desa Ranupane (2.200 m) dengan melewati desa Gubug
  • ·Klakah (1.100 m) dan Ngadas (2.000 m) dengan truk atau Jeep.
  • Ranupane menuju Ranu Kumbolo 2.400 m dpl berjarak 13 Km memakan waktu 3-4 jam. Dari Ranu Kumbolo menuju Kalimati (2.700 m) di tempuh 2-3 jam. Air dapat dicapai di Sumbermani, kearah barat menelusuri pinggiran hutan kalimati dengan menempuh perjalanan 1 jam.
  • Kalimati – Puncak ditempuh 3-4 jam.
  • Dari puncak turun kembali ke Kalimati membutuhkan waktu1-2 jam, dan 2-3 jam untuk sampai di Ranu Kumbolo. Dari Ranu Kumbolo menuju Ranu Pane dibutuhkan waktu 3 jam.

Rute Angkutan Dari Jakarta sampai Ranupane – Lumajang

  • Naik Kereta Jakarta – Malang
  •  Naik Angkot St.Malang – Tumpang (warna colt putih)
  •  Dari Tumpang kita lanjutkan perjalanan dengan angkutan Hartop / Jeep lebih dikenal dengan nama Ranger
  •  Sampai di Ranupane (tempat perijinan/Pendaftaran) waktu 2 Jam.

Ringkasan RUTE (KM/mdpl/mnt) Jalur Ranu Pani

  1.  Malang – Tumpang, 18km, 45mnt
  2.  Tumpang – Gubugklakah, 12km, 45mnt
  3. Gubugklakah – Ranu Pani (Base Camp Pendaftaran) 17km, 90mnt
  4.  Ranu Pani 2200 mdpl – Watu Rejeng, 4km, 1,5jam
  5.  Watu Rejeng – Ranu kumbolo, 6km,  1,5jam
  6.  Ranu Kumbolo 2400 mdpl – Oro oro Ombo, 1jam
  7.  Oro-oro Ombo – Cemoro Kandang, 1Jam
  8.  Cemoro Kandang – Kalimati, 1Jam
  9.  Kalimati 2700 mdpl – Arcopodo 1 km 1 jam
  10. Arcopolo 2900 mdpl- Puncak Semeru, 1,32km, 3jam
  11. Puncak Semeru 3676 mdpl

Foto-foto selengkapnya bisa klik disini: https://picasaweb.google.com/106483518063747458488/PendakianGnSemeru0710Nov10#

Kutipan :  dari berbagai sumber

Salam Lestari,

Masgay 3676mdpl

Advertisements

About masgay

Orangnya cinta perdamaian, kalo orang dulu bilang people for peace. Jangan pernah benci dengan tanjakan
Gallery | This entry was posted in Pendakian. Bookmark the permalink.

3 Responses to Pendakian Gunung Semeru 3.676 mdpl, 07-10 November 2010

  1. Hadiprana says:

    ijin copas fotonya bang…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s